Faktor-Faktor yang Berpengaruh

Dear Pengasuh, saya mempunyai ketidaknyamanan pada dahi saya. Dahi saya sangat mudah berkeringat, hampir dipastikan berkeringat. Kecuali di tempat yang ber-AC. Meskipun melakukan sedikit aktivitas keringat bercucuran begitu banyaknya, bahkan juga di bagian badan. Kalau saya bilang, saya ini kaya akan keringat. Sehingga saya sering merasa risih/sibuk dengan keringat saya tersebut.

Pertanyaan saya:
  1. apa yang menyebabkan tubuh berkeringat?
  2. faktor apa yang mempengaruhi pembentukan keringat?
  3. bagaimana cara mengontrol atau mengobati keringat yg berlebih?
  4. dokter apa yang cocok untuk konsultasi masalah keringat?
Mohon bantuan jawabannya (cc juga ke email saya). Terima Kasih.


Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaannya.

Berdasarkan deskripsi yang Saudara berikan, Saudara mengalami keadaan yang disebut dengan Hiperhidrosis. Keadaan ini membuat tubuh Saudara memproduksi keringat lebih banyak dari orang lain. Umumnya keringat diproduksi karena rangsang panas/suhu disekitar. Hal ini dilakukan tubuh sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk mempertahankan kelembaban kulit. Selain itu, keringat juga dapat diproduksi akibat adanya rangsangan emosi seperti rasa takut atau gugup. Dengan kata lain, faktor yang dapat mempengaruhi produksi keringat meliputi faktor lingkungan (suhu) serta faktor internal (yang ada pada individu itu sendiri).

Keadaan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari konsumsi obat-obatan, alkohol, sampai pada penyakit jantung, pernapasan, saraf, infeksi, gangguan hormonal, dan keganasan. Bila salah satu keadaan tersebut ada pada Saudara, maka hal tersebutlah yang seharusnya diatasi dan keringat berlebih ini hanya merupakan salah satu gejala saja. Bila Saudara tidak mengalami gangguan kesehatan apapun selain keringat berlebih ini, kemungkinan besar saudara mengalami hiperhidrosis idiopatik, yang artinya penyebab terjadinya keringat berlebih pada saudara tidak diketahui.

Mengenai cara mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Saudara coba, yaitu dengan modifikasi gaya hidup, obat-obatan, iontoforesis, atau dengan operasi. Cara lain yang dapat Saudara coba (namun tidak lazim secara medis tapi mungkin dapat membantu) melalui penguasaan emosi (kontrol emosi dan pikiran). Cara yang terakhir ini berdasarkan salah satu mekanisme timbulnya keringat yaitu melalui rangsang emosi. Bila Saudara dapat memberikan suatu sugesti yang cukup kuat bahwa Saudara dalam suasana yang tenang dan tidak perlu berkeringat, mungkin produksi keringat Saudara dapat lebih terkontrol. Sekali lagi saya tekankan bahwa cara ini belum lazim di bidang medis dan belum ada penelitian mengenai hal ini.

Secara medis, cara yang paling ringan dan aman untuk mengatasi masalah keringat berlebih adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup yang meliputi pemilihan pakaian. Tidak dianjurkan untuk mengenakan pakaian ketat, berbahan nylon, polyester, atau wool (kecuali pada suhu dingin), dan juga topi. Selain itu, penggunaan bedak dan produk antiperspirant lainnya seperti deodoran (untuk tubuh dan lipat ketiak). Untuk bagian wajah, mungkin dapat menggunakan bedak bayi (ditaburkan merata dan tipis).

Penggunaan obat baru dianjurkan jika cara pertama tidak berhasil. Obat yang diminum merupakan obat golongan antikolinergik yang dapat mempengaruhi sistem saraf yang akan merangsang produksi keringat. Namun demikian, dosis yang dibutuhkan seringkali menimbulkan efek samping berupa mulut kering, gangguan penglihatan, sulit berkemih dan buang air besar (konstipasi).

Iontoforesis adalah pemberian rangsang listrik pada kulit sehingga mengganggu kerja kelenjar keringat. Keterbatasan metode ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terapi serta efek samping berupa iritasi kulit, rasa kering, sampai penglupasan kulit.

Injeksi botulinum toxin A (botox®) juga telah dilaporkan mampu mengatasi hiperhidrosis pada daerah ketiak, serta telapak tangan dan kaki. Efek samping yang dapat timbul berupa kelemahan otot sementara. Efektifitas botulinum toxin dapat bertahan selama beberapa bulan dan setelah itu perlu dilakukan injeksi ulangan untuk dapat mempertahankan efek terapi.

Metode operatif memiliki angka keberhasilan yang tinggi namun tidak lazim dilakukan (kecuali pada keadaan yang sangat parah) karena juga memiliki angka kekambuhan yang tinggi.

Untuk konsultasi lebih lanjut dan lebih spesifik pada masalah yang ada pada Saudara, dapat menemui dokter kulit (dermatologis).

Semoga informasi ini dapat membantu.

Wassalam

(Dr. Ina Ariani Kirana Masna )

Sumber: http://www.mer-c.org

1 comment:

tsabita said...

saya mau tanya, saya juga sering banget berkeringat di tempat kerja (pabrik) tapi teman2 saya yg lain tidak pernah mengeluarkan keringat seperti saya .
apa benar di sebabkan oleh pori2 muka yg melebar dpt menyebabkn keringat??
tolong solusinya karena saya merasa risih dgn keringat saya bila berada di tempat kerja, saya malu jd ga pede .